Langsung ke konten utama

Postingan

Aku Hanya Semak Belukar

“Meskipun tidak bisa menjadi pohon besar yang meneduhkan, Tapi aku bisa bertahan menjadi semak belukar di pinggir jalan untuk memperkuat bahu jalan agar tidak longsor” (SS)             Sore itu menjadi saat – saat menyenangkan.Bahagia rasanya ketika namaku masuk dalam list delegasi HMTE (Himpunan Mahasiswa Teknik Energi) yang masuk kepengurusan BEMA (Badan Eksekutif Mahasiswa).Lebih bahagia lagi ketika aku bisa berperan dan berkarya bersama orang – orang yang begitu besar keinginannya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.Ya...menjadi staff departemen luar kampus.          Masih ingat pada malam itu,departemen lukam mengadakan bakti sosial membagi – bagikan bubur kacang kepada para tunawisma di sekitar Pasteur.Sore hari kita membuat bubur kacang bersama lalu malam harinya mulai beraksi.Bahagia ketika bisa mengetahui kehidupan malam hari.Di tengah kemewahan hotel-hotel di ...

SIM-C HMTE (Salam Ikrar Mars-Citra Himpunan Mahasiswa Teknik Energi)

SIM-C HMTE Salam Ikrar Mars-Citra Himpunan Mahasiswa Teknik Energi :) Salam Salam Energi !!! Energi...Energi...Energi.. Ikrar Kami anak energi Kritis dan berani Peduli   terhadap lingkungan sekitar kami Satu himpunan kami berjanji Saling melindungi Mars We are..we are... Energi...Energi... We are..we are... Energi...Energi... We are the best always pioneer No one gonna beat us We are..we are... Energi...Energi... We are..we are... Energi...Energi... Citra Inilah kami anak energi Himpunan Mahasiswa teknik energi Kritis berani serta peduli Juga saling melindungi Itu adalah ikrar kami Dan slalu kami junjung tinggi Tangguh dan penuh dedikasi Untuk insan negeri Slalu berprestasi dalam aksi Dan slalu menjadi sang pioneer Karena kami adalah Mahasiswa teknik energi

Tempat Terindah Untukmu,Teman

Jalan cerita ini menjadi lain saat kau tiba – tiba pergi.Rumit dan dilema.Memang akhir cerita yang bahagia hanya ada di negeri dongeng karena kebahagiaan dunia ini begitu fana.Ini nyata.Ini tentangmu,Teman.Biarlah meski orang lain tak mengenalimu.       Hujan.Tak lelah menghiasi malam ini.Kulihat langit.Tak ada satupun bintang di langit yang menampakkan sinarnya.Bahkan bulan pun harus mengalah pada kawanan awan tebal yang menutupi dirinya.Angin bertiup kencang bahkan di ketinggian tujuh meter semakin kencang tiupannya seolah ingin menjatuhkan diriku.Aku resah.Entah harus bahagia atau berduka.Separuh hatiku menangis membuat bagian hati yang lainnya sulit tersenyum bahkan di malam yang menurut semua orang membahagiakan – malam tahun baru. Di pinggir jalan layang yang selalu tiba – tiba ramai seperti pasar malam pada tanggal 31 Desember mulai pukul 23.00 ini aku tak bisa seperti yang lainnya.Sejauh mata memandang,fenomena berbeda dengan jiwaku selalu kutemuk...